PENINGKATAN LITERASI KEAMANAN DIGITAL REMAJA PEREMPUAN MELALUI PEMBELAJARAN PARTISIPATIF UNTUK PENCEGAHAN KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE
Enhancing Digital Security Literacy Among Adolescent Girls through Participatory Learning for the Prevention of Online Gender-Based Violence
Keywords:
kekerasan berbasis gender online, keamanan digital, remaja, media sosial, Nasyiatul 'AisyiahAbstract
Perkembangan teknologi digital meningkatkan penggunaan media sosial di kalangan remaja perempuan, sekaligus meningkatkan risiko Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), seperti pelecehan seksual daring, penyebaran konten intim tanpa persetujuan, ancaman seksual, cyberstalking, dan pelanggaran privasi. Rendahnya literasi keamanan digital menyebabkan sebagian remaja belum mampu mengenali maupun merespons risiko tersebut secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja perempuan dalam mengenali, mencegah, dan merespons kekerasan seksual di media sosial. Kegiatan dilaksanakan bersama Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta dengan melibatkan 25 remaja dan perempuan muda. Pendekatan participatory learning diterapkan melalui Digital Life Map, penyampaian materi, Scenario Card Discussion, Consent and Boundaries Line Game, Safe Response Role Play berdasarkan prinsip LIVES WHO, serta Campaign Lab. Evaluasi menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai KBGO, consent, privasi, dan keamanan digital, serta kemampuan menganalisis kasus, merespons korban secara empatik, dan menyusun pesan kampanye. Pendekatan partisipatif berpotensi meningkatkan literasi keamanan digital dan keterampilan praktis untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



