PENINGKATAN LITERASI DAN KETERAMPILAN PASCA PANEN TOMAT PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Improving Literacy and Post-Harvest Skills of Tomatoes in Elementary School Students
Keywords:
literasi sains, pascapanen, edukasi pertanianAbstract
Rendahnya literasi sains siswa di Indonesia dipicu oleh pendekatan pembelajaran yang kurang kontekstual dan terbatasnya pengalaman berbasis praktik, sehingga pemahaman penanganan komoditas mudah rusak (perishable) seperti tomat perlu diintegrasikan sejak dini guna membangun kesadaran pascapanen dan mendukung ketahanan pangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi sains kontekstual dan keterampilan pascapanen dan mendukung ketahanan pangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi sains kontektual dan keterampilan pascapanen tomat pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan partisipasi-edukatif berbasis hands-on learning, dengan tahapan persiapan, implementasi, dan evaluasi. Tahap implementasi mencakup penyampaian materi pascapanen, dilanjutkan praktik langsung sortasi berdasarkan kualitas fisik, grading berdasarkan ukuran dan tingkat kematangan, serta pengemasan menggunakan wadah higienis, yang dilaksanakan di Agroedupark Unitri 3 Wagir bersama siswa kelas V SDN 01 Jedong. Hasil menunjukkan peningkatan pada tiga ranah pembelajaran secara kognitif siswa mampu menjelaskan tahapan pascapanen dan mengidentifikasi kriteria tomat layak konsumsi; pengemasan secara psikomotorik siswa terampil melakukan sortasi, grading, dan pengemasan secara mandiri; secara afektif tumbuh sikap teliti, bertanggung jawab, kooperatif, serta kesadaran mengurangi susut pangan. Pendekatan partisipatif-edukatif terbukti efektif meningkatkan literasi sains berbasis konteks pertanian sejak usia dini sekaligus memperkuat sinergi perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam mendukung pendidikan pertanian berkelanjutan.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



