PEMBERDAYAAN PETANI KOPI MELALUI PELATIHAN BRIKET BIOARANG LIMBAH KULIT KOPI DI DESA JOMBOK MALANG
Empowering Coffee Farmers through Coffee Husk Waste Biocharcoal Briquette Training in Jombok Village Malang
Keywords:
Briket, Kulit Kopi, Energi Terbarukan, Ekonomi Desa, PDCAAbstract
Ketergantungan masyarakat pedesaan terhadap bahan bakar kayu masih menjadi permasalahan serius di wilayah penghasil kopi Indonesia, termasuk di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Sementara itu, limbah kulit kopi yang dihasilkan dari sekitar 758.725 ton produksi kopi nasional per tahun belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi dalam mengolah limbah kulit kopi menjadi briket bioarang bernilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), melibatkan 25 petani mitra selama Januari hingga Februari 2026. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa briket yang diproduksi memiliki nilai kalor di atas 4.500 kkal/kg, durasi nyala 90 menit (50% lebih lama dari kayu bakar), dan biaya produksi Rp12.500/kg dengan harga jual Rp20.000/kg. Pengetahuan petani meningkat signifikan dengan rerata skor naik 37,4 poin (p<0,01). Kegiatan ini terbukti mampu mendorong kemandirian energi berbasis sumber daya lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok tani.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



