https://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/issue/feedJAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat2026-10-26T03:01:18+07:00Abd. Rohman[email protected]Open Journal Systems<p><strong>JAMAS: Jurnal Abdi Masyarakat</strong> (e-ISSN: 2986-464X) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasi hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. JAMAS merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang diterbitkan oleh Penerbit Forind Indonesia. JAMAS menerima naskah yang mencakup masalah-masalah yang terkait dengan layanan masyarakat. Tujuan publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarkan pemikiran konseptual atau gagasan, hasil penelitian dan pengembangan hasil pendidikan yang telah dicapai di bidang pelayanan masyarakat. JAMAS ini berisi tentang kegiatan pengabdian masyarakat dengan berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan permasalahan yang ada di masyarakat. JAMAS menerbitkan jurnal secara berkala setiap empat bulan sekali, yakni bulan Februari, Juni dan Oktober</p>https://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/248PENINGKATAN LITERASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) BAGI SISWA KELAS XII DI MAN 1 KOTA BENGKULU2026-02-21T09:06:56+07:00Dimas Dwi Ariansyah Putra[email protected]Reggi Anugerah Riandana[email protected]Nailah Khofifah[email protected]Refpo Rahman[email protected]Hery Haryanto[email protected]Riziq Ilham Nur Fahmi[email protected]Fades Br. Gultom[email protected]Heriansyah Heriansyah[email protected]<p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Literasi K3 dilaboratorium sekolah sangat penting karena memberikan pengetahuan kepada siswa, guru dan laboran untuk mencegah risiko kerja yang berbahaya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang risiko di laboratorium dan cara penangannya. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahapan, tahap pertama persiapan koordinasi tim pengabdi dengan mitra sekolah, tahap kedua pelaksanaan kegiatan yaitu penyampaian materi k3 dan pelatihan penggunaan kit K# dan APAR, dan tahap ketiga evaluasi terhadap program pengabdian yang dilakukan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan, siswa terlihat sangat antusias untuk mengikuti kegiatan dan memahami risiko kecelakaan kerja yang terjadi di laboratorium. Simulasi penanganan kecelakaan kerja melalui gelas kimia yang pecah siswa secara langsung mempraktekkan langsung begitu juga dengan penggunaan APAR. Harapannya dari kegiatan ini nantinya siswa dapat lebih menaati peraturan yang diterapkan sekolah seperti penggunaan APD, penggunaan alat sesuai SOP dan tata tertib lainnya sehingga dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/281EDUKASI PENCEGAHAN SKOLIOSIS PADA REMAJA DI DUSUN KALIPAKEM DESA SELOHARJO PUNDONG BANTUL2026-08-27T08:09:25+07:00Mia Cahya Dewi[email protected]Diah Ika Sulistyaningsih[email protected]Shella Dyah Yuniawati [email protected]Dias Ahnaf Fauzy Zachary [email protected]Intan Olievia Widayati[email protected]Aditya Hidayah Ramadhani[email protected]Rofiatun Rofiatun[email protected]Aisyah Lifsantin Na'ima[email protected]<p>Pengabdian masyarakat dilakukan pada 36 remaja di pedukuhan Kalipakem Desa Seloharjo Pundong Bantul tentang pencegahan skoliosis. Usia remaja memiliki risiko terkena skoliosis karena perkembangan pada tulang belakangnya. Remaja perempuan memiliki risiko lebih besar daripada laki-laki. Selain usia dan jenis kelamin, posisi duduk yang salah dalam jangka waktu lama juga dapat berisiko terhadap skoliosis. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan latihan pencegahan skoliosis pada remaja. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini berupa pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemberian materi tentang pencegahan dan faktor risiko skoliosis serta pemberian latihan untuk pencegahan skoliosis yang terbagi dalam 4 tahap kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat 13.8% (5 orang) peserta yang bertanya tentang pencegahan skoliosis pada kegiatan sehari-hari, dan 11.1% (4 orang) mampu menjawab pertanyaan dari tim.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/284PENINGKATAN LITERASI KEAMANAN DIGITAL REMAJA PEREMPUAN MELALUI PEMBELAJARAN PARTISIPATIF UNTUK PENCEGAHAN KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE2026-08-26T17:08:56+07:00Nurul Kodriati[email protected]Dessy Pranungsari[email protected]Iyan Sofyan[email protected]Dedik Sulistiawan[email protected]<p>Perkembangan teknologi digital meningkatkan penggunaan media sosial di kalangan remaja perempuan, sekaligus meningkatkan risiko Kekerasan Berbasis Gender <em>Online</em> (KBGO), seperti pelecehan seksual daring, penyebaran konten intim tanpa persetujuan, ancaman seksual, <em>cyberstalking</em>, dan pelanggaran privasi. Rendahnya literasi keamanan digital menyebabkan sebagian remaja belum mampu mengenali maupun merespons risiko tersebut secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja perempuan dalam mengenali, mencegah, dan merespons kekerasan seksual di media sosial. Kegiatan dilaksanakan bersama Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta dengan melibatkan 25 remaja dan perempuan muda. Pendekatan participatory learning diterapkan melalui <em>Digital Life Map</em>, penyampaian materi, <em>Scenario Card Discussion, Consent and Boundaries Line Game, Safe Response Role Play </em>berdasarkan prinsip LIVES WHO, serta <em>Campaign Lab</em>. Evaluasi menggunakan <em>pre-test, post-test</em>, observasi, dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai KBGO, consent, privasi, dan keamanan digital, serta kemampuan menganalisis kasus, merespons korban secara empatik, dan menyusun pesan kampanye. Pendekatan partisipatif berpotensi meningkatkan literasi keamanan digital dan keterampilan praktis untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/288INOVASI BUMBU INSTAN BERBASIS REMPAH UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH PRODUK UMKM EMPON-EMPON SUMBER KOYO DI DESA PENDEM2026-09-29T07:57:19+07:00Chelsea Revandenti Gabi[email protected]Natalia Tari Buku[email protected]Kevin Kanu Pundar[email protected]Aprinto Bulu[email protected]Arsel Mesang Marawali[email protected]Warter Agustim[email protected]<p>UMKM Empon-Empon Sumber Koyo di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu memiliki potensi bahan rempah yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Namun, hasil observasi menunjukkan masih terbatasnya inovasi produk, kemasan yang sederhana, dan pemasaran yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membantu mitra mengembangkan inovasi produk sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan produk dan kemasan. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi dan identifikasi permasalahan, perencanaan, pelatihan, pendampingan, praktik langsung, penerapan inovasi, serta monitoring dan evaluasi. Inovasi yang diterapkan berupa bumbu daun jeruk instan sebagai alternatif diversifikasi produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra memperoleh pengalaman dalam mengembangkan produk baru, memahami pentingnya inovasi dan kemasan, serta memiliki alternatif produk yang lebih praktis. Kegiatan lanjutan diperlukan untuk pengembangan varian, penyempurnaan kemasan, dan penguatan pemasaran.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/291SEMAR TB: SOSIALISASI EFEKTIVITAS MANFAAT JKN ATASI TUBERKULOSIS DI KELURAHAN JABUNGAN2026-08-27T06:19:20+07:00Eliyah Eliyah[email protected]Rizkiyatul Amalia[email protected]Mochammad Arief Darmawan[email protected]<p>Pemahaman masyarakat mengenai manfaat Jaminan Kesehatan Nasional dalam pelayanan tuberkulosis perlu diperkuat. Kegiatan SEMAR TB bertujuan meningkatkan pengetahuan warga Kelurahan Jabungan tentang tuberkulosis dan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional. Kegiatan dilaksanakan melalui pretest, edukasi interaktif, diskusi, dan <em>posttest </em>pada 39 peserta. Masing-masing tes terdiri atas 10 soal. Rerata skor meningkat dari 49,10±26,85 menjadi 77,18±19,86, dengan kenaikan 28,08 poin atau 57,18%. Sebanyak 37 peserta meningkat dan 2 tetap. Proporsi kategori pengetahuan baik naik dari 25,64% menjadi 66,67%, sedangkan kategori kurang turun dari 56,41% menjadi 17,95%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,001). Edukasi SEMAR TB mencapai target peningkatan pengetahuan; penguatan berkala melalui kader dan media edukasi diperlukan untuk mempertahankan hasil.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/295ANALISIS KEMAMPUAN BIOMOTORIK PADA ATLET FASE REMAJA BERBASIS SPORT SCIENCE2026-08-27T06:29:31+07:00Topo Suhartoyo[email protected]Neva Widanita[email protected]Rohman Hidayat[email protected]Septiana Dwi Rahmawati[email protected]<p>Kemampuan biomotorik remaja penting dilakukan identifikasi, kategorisasi, dan program latihan. Selain itu, sebagai upaya mendukung pembinaan prestasi dan potensi atlet remaja yang menggunakan aplikasi obyektif, terstandarisasi dan cepat. Kegiatan ini bertujuan untuk pemahaman, identifikasi, pengukuran, kategorisasi dan profiling kemampuan biomotorik atlet remaja berbasis data di SMA Negeri 1 Wangon. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan kuisioner dan tes pengukuran fisik atlet Kelas Khusus Olahraga (KKO). Kegiatan menggunakan teknis total sampling dengan diikuti oleh 61 atlet. Kegiatan meliputi pengisian kuisioner dan pelaksanaan pengukuran fisik menggunakan instrumen <em>sprint, push up, shuttle run, standing board jump</em>, koordinasi mata-tangan dan beep test serta analisis data berbasis digital. Berdasarkan hasil evaluasi 28,4% atlet kategori sangat baik, selanjutnya 41,6% kategori baik, dan 21,7% kategori sedang selanjutnya 8,3% kategori kurang. Data menunjukkan atlet memiliki kapasitas fisik memadai untuk mendukung pembinaan prestasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini dapat dikategorikan sangat berhasil, dengan tingkat ketercapaian program mencapai lebih dari 90,1% berdasarkan indikator pelaksanaan, partisipasi, dan hasil evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap komponen biomotorik dan tersusunnya profil biomotorik remaja prestasi.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/290PENGUATAN KAPASITAS UMKM MELALUI INOVASI PRODUK, PENDAMPINGAN PRODUKSI, DAN DIGITALISASI PEMASARAN2026-08-27T08:27:54+07:00Maria Indri Yesni Roma[email protected]Salvador Yudrianto Rigy[email protected]Ancelina Meo[email protected]Yunius Samba[email protected]Yemima Mbita Dopu[email protected]Warter Agustim[email protected]<p>UMKM Kerupuk Putra Nusantara menghadapi keterbatasan variasi produk, perlunya perbaikan proses produksi, dan belum optimalnya pemanfaatan media digital untuk pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra pada aspek diversifikasi produk, proses produksi, dan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, perencanaan bersama, pendampingan, praktik, monitoring, dan evaluasi. Intervensi meliputi pengembangan varian rasa daun jeruk dan rumput laut, pendampingan proses produksi dan kebersihan, serta pelatihan pemanfaatan media digital untuk promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra berhasil menghasilkan dua varian produk baru, menerapkan tahapan produksi yang lebih terstruktur, serta mulai memanfaatkan media digital dan mampu membuat serta mengunggah konten promosi. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra dalam diversifikasi produk, praktik produksi, dan pemasaran digital. Namun, kegiatan belum mengukur perubahan omzet, volume penjualan, atau perluasan pasar secara kuantitatif. Keberlanjutan program diarahkan pada konsistensi produksi, pengembangan konten digital, dan pencatatan penjualan serta respons konsumen.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/311OPTIMALISASI GOOD GOVERNANCE DI DESA BATU TUNGKU KECAMATAN PANYIPATAN KABUPATEN TANAH LAUT MENUJU KESEJAHTERAAN MASYARAKAT2026-09-01T08:20:23+07:00Ade Hermawan[email protected]Normajatun Normajatun[email protected]Anis Nurlilah[email protected]<p>Tata kelola pemerintahan desa yang baik (<em>good governance</em>) merupakan fondasi penting dalam mendorong pembangunan lokal dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi penerapan prinsip-prinsip good governance khususnya transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan efisiensi pelayanan public di Desa Batu Tungku, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) observasi awal dan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) untuk identifikasi masalah; (2) sosialisasi dan pelatihan tata kelola administrasi serta keterbukaan informasi publik bagi perangkat desa; (3) pendampingan pengelolaan keuangan desa yang transparan; serta (4) evaluasi kegiatan melalui <em>pre-test</em>, <em>post-test</em>, dan pemantauan kinerja pelayanan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan perangkat desa dalam menyusun laporan administrasi berbasis akuntabilitas serta pemanfaatan media informasi desa untuk transparansi publik. Selain itu, partisipasi warga dalam musyawarah pembangunan desa meningkat secara signifikan. Optimalisasi tata kelola pemerintahan di Desa Batu Tungku ini terbukti meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan memperkuat fondasi menuju kesejahteraan masyarakat desa yang berkelanjutan.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/312INTERNALISASI NILAI-NILAI AKUNTANSI SYARIAH DALAM PROSES PELAPORAN KEUANGAN2026-09-07T13:12:48+07:00Nikmatul Masruroh[email protected]Nofi Putra[email protected]Rahadian Umar Saed[email protected]<p>Pengabdian ini ditujukan untuk menginternalisasikan nilai-nilai akuntansi syariah yang terdiri dari tauhid dan nubuwwah ke dalam laporan keuangan. Selama ini, dalam pembuatan laporan keuangan hanya diikuti prinsip-prinsip akuntansi konvensional. Melalui kegiatan ini, diinternalisasikan nilai-nilai akuntansi syariah sehingga laporan keuangan yang dihasilkan memenuhi unsur-unsur akuntansi syariah. Pengabdian ini dilaksanakan melalui kerja sama kelembagaan antara Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq dengan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember. Sebagai lembaga publik, kedua lembaga ini melakukan kerja sama dan kolaborasi dalam melahirkan laporan keuangan yang akuntabel. Hasilnya adalah pemahaman yang lebih mendalam tentang prinsip-prinsip akuntansi syariah dalam pelaporan keuangan. Harapannya, setelah adanya kegiatan ini, selain menggunakan prinsip konvensional dalam praktik pelaporan keuangan, juga menggunakan prinsip akuntansi syariah. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, ada proses pemahaman bersama tentang proses pelaporan keuangan yang sesuai dengan nilai akuntansi syariah. Sehingga, meskipun sudah menggunakan sistem yang mapan, tetap ada nilai-nilai akuntansi syariah yang diterapkan.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/313PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN KASGOT SEBAGAI SOLUSI PERBAIKAN KUALITAS TANAH2026-09-23T10:50:00+07:00Edyson Indawan[email protected]Lorine Tantalu[email protected]Kgs. Ahmadi[email protected]Nonok Supartini[email protected]Farida Gali Bulu[email protected]<p>Pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui biokonversi menggunakan maggot <em>Black Soldier Fly</em> <em>(BSF)</em> menghasilkan kasgot yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan kasgot untuk perbaikan kualitas tanah. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, pengayakan, penjemuran, dan praktik aplikasi kasgot pada tanaman. Kasgot mengandung unsur hara seperti N, P, K, Ca, dan Mg untuk mendukung pertumbuhan tanaman serta membantu memperbaiki struktur dan kemampuan tanah dalam menahan air. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami dan memanfaatkan kasgot sebagai pupuk organik untuk tanaman rumah tangga, sayuran, dan tanaman obat keluarga. Pemanfaatan kasgot juga berkontribusi dalam mengurangi sampah organik dan mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pengolahan limbah menjadi produk yang bernilai guna.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/314PENDAMPINGAN HAK DAN KEWAJIBAN PENERIMA KARTU INDONESIA PINTAR KULIAH (KIP KULIAH) BAGI MAHASISWA2026-09-27T06:06:00+07:00Irawanto Irawanto[email protected]Hastin Rubiati Yasminda[email protected]Gt Dicky Asparilla Ananto[email protected]<p>Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) merupakan intervensi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh penyaluran bantuan, tetapi juga oleh pemahaman mahasiswa terhadap hak dan kewajiban serta penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA) Tenggarong dengan tujuan memberikan pendampingan dan memperkuat pemahaman mahasiswa penerima KIP Kuliah mengenai hak, kewajiban, mekanisme pemanfaatan bantuan, dan ketentuan keberlanjutan status penerima. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukasi dan pendampingan partisipatif yang meliputi identifikasi kondisi penerima, persiapan materi, sosialisasi, edukasi, pendampingan, pengisian instrumen, verifikasi dan validasi data, evaluasi, serta tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 142 mahasiswa hadir dan mengisi instrumen pembinaan. Kegiatan juga mengidentifikasi tata kelola yudisium yang perlu diperbaik. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan tata kelola program. Kegiatan menghasilkan peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai hak dan kewajiban, dokumentasi data penerima, identifikasi permasalahan, serta rekomendasi penguatan tata kelola. Pendampingan yang sistematis dan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, kepatuhan, dan efektivitas penyelenggaraan KIP Kuliah.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/317MEMBANGUN KEBIASAAN MAKAN YANG SEHAT, BERGIZI DAN AMAN SEJAK DINI2026-09-30T09:20:46+07:00Suhartik Suhartik[email protected]Titin Sutriyani[email protected]<p>Pembentukan kebiasaan makan yang sehat, bergizi, dan aman sejak usia dini penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan pembentukan perilaku hidup sehat. Anak usia taman kanak-kanak berada pada masa emas yang membutuhkan asupan gizi seimbang dan aman. Edukasi kepada guru dan orang tua diperlukan karena keduanya berperan penting dalam membentuk kebiasaan makan anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru dan orang tua mengenai pentingnya membangun kebiasaan makan yang sehat, bergizi, dan aman sejak dini. Kegiatan dilaksanakan di TK At Taqwa Mojokampung, Kabupaten Bojonegoro, melalui penyuluhan interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Materi meliputi gizi seimbang, pemilihan makanan sehat, konsumsi protein hewani, sayur dan buah, keamanan pangan, serta kebiasaan mencuci tangan sebelum makan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 40% pada pre-test menjadi 92% pada post-test. Peserta juga menunjukkan komitmen untuk menerapkan pola makan sehat serta membiasakan anak memilih makanan yang bergizi dan aman di rumah maupun sekolah. Penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan guru dan orang tua mengenai kebiasaan makan sehat, bergizi, dan aman sejak dini. Edukasi berkelanjutan diharapkan dapat mendukung terbentuknya perilaku makan sehat dan pertumbuhan serta perkembangan anak secara optimal.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/316PENGUATAN KAPASITAS IBU RUMAH TANGGA DALAM MITIGASI BENCANA LONGSOR MELALUI PELATIHAN TANGGAP DARURAT DAN PEMETAAN PARTISIPATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL 2026-09-29T08:13:46+07:00Diah Pujiastuti[email protected]Priyani Haryanti[email protected]Dwi Nugroho Heri Saputro[email protected]<p>Perumahan subsidi Bukit Pandawa merupakan kawasan pemukiman di area perbukitan Sleman, Yogyakarta, dengan tingkat kerawanan longsor yang memerlukan perhatian serius. Karakteristik tanah, kemiringan lereng, dan pola drainase yang kurang optimal, serta pembangunan melalui proses <em>cut and fill</em> yang mengubah kontur alami tanah meningkatkan resiko longsor. Keterbatasan lahan datar juga mendorong pemanfaatan area marginal untuk pembangunan perumahan. Perumahan yang terletak di Bukit Pandawa ini berjumlah 240 kepala keluarga, dengan jumlah anggota keluarga rata-rata 3-4 orang, sehingga total penduduk yang tinggal di perumahan subsidi ini antara 720-960 warga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu rumah tangga dalam mitigasi bencana longsor melalui pelatihan tanggap darurat dan pemetaan partisipatif berbasis kearifan lokal. Metode yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut ada beberapa langkah, yaitu: 1) pelatihan pengetahuan kebencanaan dasar tentang tanah longsor; 2) pelatihan keterampilan tanggap darurat tanah longsor; 3) pemetaan partisipasif dengan kelompok siaga bencana; 4) simulasi tanggap darurat, dan 5) pembentukan Tim Siaga Bencana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitasn peserta, yaitu adanya peningkatan skor pengetahuan dari <em>pre-test</em> rerata 5,75 naik menjadi 8,8 dari total skor 10. Kesimpulan, seluruh metode dan solusi yang diterapkan mampu ibu-ibu rumah tangga dalam mitigasi bencana longsor terutama di perumahan berbukit di Sleman, Yogyakarta.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/315 PENGUATAN TATA KELOLA KEUANGAN UMKM DAN MASYARAKAT MENUJU DESA BERKELANJUTAN2026-09-27T15:38:34+07:00Lian Yulianus C. Rema[email protected]Fendiyatmi Kusufa[email protected]As’adi As’adi[email protected]<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat desa memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Namun, masih ditemukan berbagai kendala, terutama keterbatasan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi, perencanaan usaha, serta tata kelola sumber daya ekonomi secara efektif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pelaku UMKM serta masyarakat desa dalam menerapkan tata kelola keuangan yang baik sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian ekonomi dan desa berkelanjutan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, edukasi dan penyuluhan, pelatihan tata kelola dan pencatatan keuangan, praktik penyusunan laporan keuangan sederhana, diskusi, pendampingan, serta evaluasi pemahaman peserta. Edukasi dan pendampingan keuangan ini terbukti memperkuat kapasitas pelaku UMKM dan masyarakat desa. Dampaknya terlihat dari meningkatnya penguasaan manajemen finansial dasar, mulai dari pencatatan hingga pengelolaan arus kas serta kesadaran akan pentingnya tata kelola usaha yang transparan. Strategi pemberdayaan ini secara langsung meningkatkan kesiapan UMKM menghadapi perubahan pasar sekaligus memperkokoh kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/318GERAKAN IBU JARI (IBU JAGA GIGI ANAK): PERAWATAN GIGI DAN MULUT ANAK USIA DINI UNTUK MENCEGAH KARIES2026-10-01T05:51:49+07:00Woro Tri Utami[email protected]Wiqodatul Ummah[email protected]<p>Karies gigi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia dini dan dapat dicegah melalui perawatan gigi dan mulut yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu melalui Gerakan IBU JARI (Ibu Jaga Gigi Anak) sebagai upaya pencegahan karies sejak dini. Kegiatan dilaksanakan di TK Muslimat NU 10 Sidomulyo, Jatirogo, Tuban, dengan melibatkan 37 ibu. Metode kegiatan meliputi edukasi, diskusi, demonstrasi, dan praktik menyikat gigi yang benar. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 62,4 ± 10,8 menjadi 84,7 ± 8,2, atau meningkat 22,3 poin (35,7%). Proporsi peserta dengan pengetahuan kategori baik juga meningkat dari 35,1% (13 peserta) menjadi 86,5% (32 peserta). Hasil ini menunjukkan bahwa Gerakan IBU JARI berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dan mulut anak. Edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik berpotensi memperkuat peran ibu dalam membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi anak. Pemantauan kebiasaan menyikat gigi di rumah diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program pencegahan karies berbasis keluarga dan masyarakat.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/319PEMBERDAYAAN UMKM PANGAN DESA NGANTRU MELALUI REBRANDING KEMASAN DAN DIGITALISASI PEMASARAN BERBASIS E-COMMERCE2026-10-01T05:53:40+07:00Novriska Mathelda Nura[email protected]Gunawan Gunawan[email protected]Septiani Sri Yaku Dangga[email protected]Orifia Regina Landu Piu[email protected]Moh. Askiyanto[email protected]Luh Dina Ekasari[email protected]<p>UMKM pangan di Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, memiliki potensi ekonomi lokal, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam identitas produk, kemasan, jangkauan pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat daya saing UMKM melalui rebranding kemasan dan digitalisasi pemasaran. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dan aplikatif dengan pendekatan <em>Participatory Action Research</em> (PAR) pada empat UMKM mitra, yaitu Keripik Singkong Nichi Tella, Ampok Jagung Cap 3 Putra, Rengginang Mbah Tun, dan J&M Aneka Cemilan. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, pendampingan produksi dan rebranding, pembuatan serta pengelolaan akun e-commerce, praktik live selling, pemasaran langsung, dan sosialisasi digital marketing. Hasil kegiatan menunjukkan tersedianya pembaruan logo, label, kemasan <em>standing pouch</em>, dan identitas fisik usaha, serta terlaksananya pendampingan penggunaan <em>e-commerce</em> dan <em>live selling</em>. Kegiatan juga memberikan pengalaman praktis kepada pelaku UMKM dalam memanfaatkan kanal digital untuk mendukung pemasaran produk secara lebih luas.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/321AKSELERASI PEMBENTUKAN KELOMPOK WIRAUSAHA BARU BERBASIS POTENSI LOKAL DI KABUPATEN SAMPANG2026-10-01T05:49:02+07:00Rina Nur Azizah[email protected]Nur Fathin Luaylik[email protected]<p>Persoalan tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Sampang menjadi tantangan mendasar yang berimplikasi pada kerentanan sosial ekonomi masyarakat. Di sisi lain, daerah ini memiliki potensi komoditas lokal yang berlimpah namun belum diolah secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasi angkatan kerja non produktif menjadi kelompok wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing melalui pemanfaatan potensi lokal. Metode yang diterapkan mengombinasikan pendekatan Aset Based Community Development (ABCD) dan berbasis penelitian lanjutan partisipatif yang terintegrasi dengan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas peserta yang sangat signifikan di seluruh indikator evaluasi, mencakup pemahaman literasi kewirausahaan (meningkat 63,4%), keterampilan teknis produksi (meningkat 73,3%), manajemen keuangan dasar (meningkat 70,0%), serta pengemasan dan branding digital (meningkat 76,6%). Program ini berhasil mengakselerasi pembentukan kelompok wirausaha baru. Produk olahan berbasis potensi lokal yang dihasilkan kini memiliki kemasan standar industri dan berhasil dipasarkan melalui platform dagang <em>online</em> serta media sosial. Ketepatan penanganan persoalan mitra melalui perpaduan teknologi tepat guna, penguatan kelembagaan, dan pemaketan digital ini terbukti efektif menciptakan ekosistem wirausaha baru yang berkelanjutan sekaligus menjadi solusi riil dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Sampang.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/320PENYULUHAN TENTANG OPTIMALISASI PENCATATAN DAN PELAPORAN KEGIATAN POSYANDU PADA KADER POSYANDU DI PONKESDES DESA MOJO KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO2026-10-01T05:55:32+07:00Endah Kusumawati[email protected]Aris Budiarti[email protected]<p>Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Berbagai kegiatan Posyandu menghasilkan data kesehatan yang perlu dicatat dan dilaporkan secara akurat, lengkap, dan tepat waktu sebagai dasar monitoring, evaluasi, perencanaan, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keaktifan kader Posyandu dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan Posyandu. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Mei 2026 di rumah kader Posyandu Desa Mojo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, dengan sasaran seluruh kader Posyandu sebanyak 15 orang. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan dengan pendekatan ceramah dan diskusi. Materi yang diberikan meliputi konsep Posyandu, kegiatan dan peran kader, pencatatan kegiatan, jenis dokumen Posyandu, sistem pelaporan, alur pelaporan, serta manfaat pencatatan dan pelaporan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB dan seluruh peserta yang ditargetkan hadir sehingga tingkat kehadiran mencapai 100%. Evaluasi dilakukan melalui diskusi dan tanya jawab untuk memberikan kesempatan kepada kader mengklarifikasi materi yang belum dipahami. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan dapat menjadi sarana penguatan pemahaman kader mengenai pentingnya pencatatan dan pelaporan sebagai bagian dari pengelolaan Posyandu. Tindak lanjut kegiatan diarahkan pada monitoring pelaksanaan pencatatan dan pelaporan serta penyelenggaraan penyuluhan kesehatan secara rutin.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakathttps://jurnal.forindpress.com/index.php/jamas/article/view/323SOSIALISASI PENTINGNYA PEMAHAMAN TENTANG ZAT ADITIF DALAM BAHAN MAKANAN DAN MINUMAN2026-10-05T07:39:35+07:00Rizky Febriani Pohan[email protected]Muhammad Rahman Rambe[email protected]<p>Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang zat aditif dalam bahan makanan dan minuman sehingga mereka lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sosialisasi. Kegiatan sosialisasi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (<em>mixed methods</em>). Sasaran kegiatan ini adalah siswa SMA Negeri 1 Padangsidimpuan yang berjumlah 40 orang. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini berupa test, wawancara, dan observasi. Prosedur kegiatan dengan persiapan sampai pelaporan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan ini berhasil dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Padangsidimpuan tentang zat aditif dalam bahan makanan dan minuman. Selain itu, melalui kegiatan ini mereka juga memiliki pengalaman awal dalam mengidentifikasi zat aditif dalam makanan dan minuman. Kegiatan sosialisasi pentingnya pemahaman tentang zat aditif dalam bahan makanan dan minuman kepada siswa mampu meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Padangsidimpuan sebesar 52,68%. Hal ini diindikasikan bahwa lebih dari 50% peserta sosialisasi memiliki tingkat pemahaman yang sangat baik tentang bahaya zat aditif bagi kesehatan.</p>2026-10-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat